Petrakemindo Pratama Mandiri

Importer, Manufacturer, Agent of Specialty Chemicals

Mengapa Konsumen Mulai Beralih ke Aluminium-Free Deodorant?

Posted by

·

Beberapa tahun terakhir, klaim “aluminium-free” semakin sering ditemukan pada produk deodoran dan antiperspirant. Jika sebelumnya konsumen lebih fokus pada aroma atau perlindungan terhadap bau badan, kini perhatian mulai bergeser ke daftar bahan yang digunakan dalam produk sehari-hari.

Fenomena ini tidak lepas dari meningkatnya minat terhadap produk yang dianggap lebih natural, minimalis, dan ramah untuk penggunaan jangka panjang. Akibatnya, banyak brand mulai mencari alternatif bahan aktif yang mampu membantu mengurangi keringat tanpa menggunakan garam aluminium yang umum ditemukan pada antiperspirant konvensional.

Namun muncul pertanyaan baru: apakah ada bahan alami yang mampu memberikan efek astringent dan membantu mengontrol keringat tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna?

Mengapa Klaim Aluminium-Free Semakin Diminati?

Secara tradisional, antiperspirant bekerja menggunakan garam aluminium seperti aluminium chlorohydrate atau aluminium zirconium. Bahan-bahan ini membantu mengurangi keluarnya keringat dengan membentuk sumbatan sementara pada saluran kelenjar keringat.

Meskipun penggunaannya telah lama diterapkan dalam industri personal care, sebagian konsumen modern mulai mencari alternatif lain karena beberapa alasan:

  • Preferensi terhadap bahan yang lebih natural.
  • Tren clean beauty dan minimalist formulation.
  • Keinginan menggunakan produk dengan daftar bahan yang lebih sederhana.
  • Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap ingredient transparency.

Di sisi lain, konsumen tetap memiliki ekspektasi yang tinggi. Mereka tidak hanya menginginkan produk yang bebas aluminium, tetapi juga tetap efektif membantu menjaga area ketiak terasa lebih nyaman dan tidak terlalu lembap sepanjang hari.

Inilah tantangan yang kini dihadapi banyak formulator dan brand owner.

Fomes Officinalis: Jamur yang Sudah Digunakan Sejak Berabad-Abad

Ketika berbicara tentang bahan alami dengan efek astringent, salah satu bahan yang menarik perhatian adalah Fomes officinalis, jamur yang juga dikenal dengan nama Agarikon.

Jamur ini tumbuh secara alami pada pohon konifer di wilayah pegunungan Eropa, Amerika Utara, dan sebagian Asia. Selama berabad-abad, Fomes officinalis telah digunakan dalam berbagai aplikasi tradisional karena kandungan bioaktifnya yang unik.

Yang membuat jamur ini menarik untuk dunia kosmetik adalah kandungan agaric acid, senyawa alami yang dikenal memiliki efek astringent yang kuat.

Agaric Acid: Natural Astringent dari Alam

Agaric acid merupakan komponen aktif utama yang berkontribusi terhadap kemampuan Fomes officinalis dalam memberikan sensasi mengencangkan jaringan kulit.

Berbeda dengan antiperspirant berbasis aluminium yang bekerja dengan membentuk sumbatan sementara pada saluran keringat, agaric acid bekerja melalui mekanisme astringent. Senyawa ini membantu mengencangkan permukaan kulit dan pori-pori secara sementara sehingga dapat membantu mengurangi tampilan pori yang besar sekaligus memberikan sensasi kulit yang lebih kering dan nyaman.

Efek ini bukan bersifat permanen. Seperti halnya bahan astringent lainnya, manfaat yang diberikan akan berlangsung selama produk digunakan secara rutin. Dengan kata lain, agaric acid tidak mengubah fungsi alami kelenjar keringat, melainkan membantu mengontrol tampilan dan sensasi kelembapan pada area aplikasi.

Karena mekanisme kerjanya yang berbeda, bahan ini menjadi pilihan menarik bagi brand yang ingin mengembangkan produk personal care dengan positioning natural dan aluminium-free.

Selain untuk aplikasi deodoran, agaric acid juga dikenal dalam industri kosmetik karena kemampuannya membantu memperbaiki tampilan pori-pori dan memberikan efek skin tightening secara instan.


Seiring berkembangnya tren clean beauty dan natural personal care, kebutuhan akan bahan aktif multifungsi semakin meningkat. Formulator tidak hanya mencari bahan yang efektif, tetapi juga mampu mendukung storytelling produk yang lebih kuat.

Ekstrak Fomes officinalis menawarkan kombinasi tersebut. Dengan kandungan alami agaric acid, bahan ini dapat digunakan sebagai alternatif astringent agent untuk membantu memberikan sensasi kulit yang lebih segar, nyaman, dan tidak terlalu lembap.

Jika Anda sedang mengembangkan deodoran, body care, atau personal care dengan klaim aluminium-free, bahan ini dapat menjadi salah satu opsi yang menarik untuk dieksplorasi.

👉 Ingin mengetahui data teknis, aplikasi formulasi, atau meminta sampel dari ekstrak Fomes officinalis untuk pengembangan produk Anda?


Hubungi tim Petrakemindo Pratama Mandiri untuk diskusi lebih lanjut.

Leave a comment

Marketing Petrakemindo Avatar

About the author